Welcome

Proses PEMBARETAN Madya Praja Ankatan XXV IPDN Jatinagor

jalan juang adalah bagian dari proses pembaretan yang dilaksanakan pada hari ke-2(2/3).

PL I Muda Praja Di Ciwidey, Kabupaten Bandung

pada saat akhir pekan kami menenangkan pikiran serta mencari pengalaman di situ patenggang salah satu tempat wisata di kabupaten bandung .

belajar bermain musik Angklungg ke Saung Mang Udjo di kota Bandung

Saung Angklung Udjo (SAU) adalah suatu tempat yang merupakan tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. Selain itu, SAU mempunyai tujuan sebagai laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan khususnya angklung.

+- kurang 1330 dpl (Pelaksanaan Apel Pelantikan Fungsionaris IPDN Sulawesi Utara 2016)

mengapa dilaksankan di tempat yang tinggi? Karena seorang pemimipin harus bisa melihat kebawah melihat apa yang dipimpinya

Kampus Pusat IPDN di Jatinagor, Jawa Barat

Gerbang Utama IPDN (PKD)berbentuk kerucut yang dibelah menjadi 4 bagian. Di tengah- tengah bangunan ini terdapat patung praja dan wanita praja. Bangunan berbentuk kerucut ini melambangkan gunung yang di dalamnya terdapat kawah panas yang membara, menggambarkan layaknya legenda ramayana Gatutkaca yang pernah digodok dalam kawah candradimuka hingga melahirkan sosok ksatria yang kuat, berjiwa besar, berpegang teguh pada prinsip, menolong sesama, dan berani membela kebenaran.

Tuesday, 28 August 2012

SEJARAH PERKEMBANGAN BUDDHISME DI INDONESIA

PENUTUP Buddhisme atau Agama Buddha merupakan salah satu agama yang sejak lama telah dianut oleh sebagian besar masyarakat Nusantara. Jaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan jaman keemasan bagi Buddhisme. Keberadaan Buddhisme di Nusantara (Indonesia) dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan sejarah berupa prasasti-prasasti dan bangunan-bangunan berupa candi serta literatur-literatur asing khususnya yang berasal dari China. Tradisi atau aliran Agama Buddha yang dianut oleh masyarakat Nusantara pada awalnya adalah non-Mahayana, namun untuk perkembangan selanjutnya Mahayana dan Tantrayana menjadi lebih populer di masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan sejarah yang memiliki nilah filsafat Mahayana dan Tantrayana. Dari peninggalan sejarah juga dapat dilihat bahwa telah terjadi sinkretisasi antara agama Hindu-Shiva dengan Buddhisme Mahayana di Indonesia. Setelah mengalami dua masa kejayaan, yaitu masa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, akhirnya Buddhisme di Indonesia mengalami kemunduran setelah jatuhnya Kerajaan Majapahit. Namun setelah melalui empat jaman, setelah 500 tahun kemudian semenjak runtuhnya Kerajaan Mahapahit pada tahun 1478, Agama Buddha mulai bangkit kembali dari tidurnya. Perjalanan kebangkitan kembali dan perkembangan Agama Buddha yang dimulai pada jaman penjajahan hingga sekarang melalui jalan yang berliku-liku. Berbagai permasalahan muncul silih berganti. Pada jaman penjajahan, perkembangan Agama Buddha menghadapi kendala berupa minimnya tokoh-tokoh yang memahami Buddha Dharma dan menghadapi agresifitas para misionaris agama lain. Pada masa kemerdekaan dan Orde Lama, perkembangan Agama Buddha diwarnai oleh perbedaan pendapat dan pandangan di kalangan pimpinan umat Buddha sehingga menimbulkan gejolak di sana-sini hingga didirikannya beragam organisasi Buddhis baru. Selain itu, sikap pemerintah yang belum mengakui Agama Buddha sebagai agama resmi, telah mempersempit gerak perkembangan Agama Buddha. Namun pada masa ini lahirlah Sangha Indonesia sebagai pengayom umat Buddha. Agama Buddha menjadi salah satu agama yang resmi mewarnai perkembangan Agama Buddha pada era Orde Baru. Selain itu, terbentuknya Wadah Tunggal WALUBI serta kemelut dalam organisasi juga terjadi pada masa ini. Alih-alih mempersatukan seluruh umat Buddha seluruh Indonesia, tidak begitu lama, kehadiran WALUBI menimbulkan kemelut dan perpecahan dikalangan umat Buddha.yang disebabkan adanya prasangka, kesalahpahaman, serta pemaksaan kepentingan pribadi dari beberapa oknum anggota pengurus WALUBI. Pembubaran WALUBI-Lama dan mendirikan WALUBI-Baru dengan maksud mengubur permasalahan yang ada, nampaknya tidak memberikan dampak yang baik. Meskipun demikian, terdapat sisi terang dari kemelut yang terjadi. Setidaknya umat Buddha akhirnya memiliki Lembaga Sangha yaitu KASI yang dapat duduk sejajar dengan lembaga-lembaga ulama dalam agama lain. Akhirnya, melalui sejarah, generasi muda Buddhis akan mengingat dan mencatat bahwa dalam perkembangan Agama Buddha di Indonesia, pernah terjadi konflik-konflik yang terjadi dalam tubuh organisasi Agama Buddha. Hal ini merupakan sebuah peristiwa kelam yang terjadi dalam perkembangan Agama Buddha di Indonesia. Peristiwa kelam ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila setiap anggota organisasi tidak mengedepankan dan menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Generasi muda Buddhis juga diharapkan dapat mengedepankan kepentingan bersama, saling memahami serta selalu merujuk pada Dharma dan Vinaya yang telah dibabarkan oleh Buddha Gautama. ”Kelahiran Buddha merupakan sebab kebahagiaan. Pembabaran Ajaran Benar merupakan sebab kebahagiaan. Persatuan Sangha merupakan sebab kebahagiaan. Usaha perjuangan mereka yang telah bersatu merupakan sebab kebahagiaan.” (Dhammapada 194)

SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN

1. Kerajaan Hindu di Indonesia Sebelum Kemerdekaan: Tonggak perkembangan agama Hindu di Indonesia dimulai sejak permulaan abad Masehi sekitar tahun 400 masehi. Mulai abad inilah Indonesia memasuki zaman sejarah dan mengenal sistem kerajaan yang beragama Hindu. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Kerajaan Hindu di Kalimantan Timur Pada tahun 400 masehi merupakan tonggak perkembangan agama Hindu dengan didapatkan prasasti batu dalam bentuk “Yupa” di tepi sungai Mahakam di Kalimantan Timur yang menyebutkan nama “Kerajaan Kutai”. Yupa adalah batu tertulis berbentuk tiang yang digunakan dalam upacara agama. Di Kutai ditemukan tujuh buah yupa. Salah satunya menyebutkan nama Raja Kudungga yang berputra Aswawarman. Aswawarman berputra tiga orang yang tertua bernama Mulawarman. Mulawarman disebut sebagai raja yang bijaksana, kuat dan berkuasa pada masa itu, serta mengadakan yadnya. Para Brahmana mendirikan yupa untuk peringatan yadnya ini. Pada Yupa yang lain juga disebutkan raja Mulawarman telah menghadiahkan 8.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di lapangan Waprakeswara. b. Kerajaan Hindu di Jawa Barat Perkembangan agama Hindu di Jawa Barat diperkirakan terjadi sekitar abad ke lima masehi, ditandai dengan kerajaan Hindu Tarumanegara dengan rajanya Purnawarman. Selain itu ditandai juga dengan penemuan tujuh buah prasasti batu atau Saila Prasasti, diantaranya: Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Pasirawi, Prasasti Tugu, srta Prasati Lebak yang ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta, berbentuk syair yang memberikan keterangan tentang kerajaan Tarumanegara. Prasasti Ciaruteun menyebutkan bahwa “Purnawarman adalah raja yang gagah berani bagaikan Dewa Wisnu”. Dalam Prasasti Tugu menyebutkan bahwa “Raja Purnawarman dalam pemerintahannya yang ke 22 menggali sungai Gomati yang panjangnya 12 km dalam waktu 21 hari dan memberikan hadiah 1000 ekor lembu kepada para Brahmana”. c. Kerajaan Hindu di Jawa Tengah Kerajaan di Jawa Tengah telah ada sekitar tahun 650 masehi. Hal ini terbukti dengan ditemukannya prasasti Tuk Mas di lereng Gunug Merbabu menggunakan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta berangka tahun 650 masehi. Prasasti ini menyebutkan pujian pada Sungai Gangga dan berisi atribut Dewa Tri Murti berupa Tri Sula, Kendi, Kapak, Cakra, dan Bunga Teratai. Dengan demikian pemujaan Dewa Tri Murti telah muncul di Jawa Tengah sejak pertengahan abad ke-7 masehi. Selain itu ditemukan juga prasasti Canggal yang dikeluarkan oleh raja Sanjaya yang memuat tiga bait pemujaan kepada Dewa Siwa, satu bait untuk Dewa Brahma dan satu bait untuk Dewa Wisnu. Selain itu adanya Candi Prambanan yang merupakan Candi Hindu terbesar di Jawa Tengah merupakan peninggalan kerajaan ini. d. Kerajaan Hindu di Jawa Timur Perkembangan Agama Hindu di Jawa Timur ditandai dengan ditemukannya Prasasti Dinoyo dekat kota Malang yang berangka tahun 682 saka atau 760 masehi. Prasasti ini menerangkan bahwa pada tahun 670 masehi di Jawa Timur terdapat Kerajaan Kanjuruhan dengan rajanya Dewa Simha yang menganut agama Hindu dengan pemujaan utama Dewa Siwa. Disamping itu disebutkan pula pembuatan arca Maha Rsi Agastya yang diakui sebagai tokoh yang membawa agama Hindu dari India Selatan ke Indonesia. Selanjutnya muncullah Dinasti Isanawamsa. Cikal bakalnya adalah Empu Sindok yang memerintah pada tahun 929-974 M. Kemudian muncul Raja Dharmawangsa Teguh yang dalam pemerintahannya sangat memperhatikan perkembangan karya-karya sastra. Raja Dharmawangsa Teguh yang memprakarsai penulisan kembali karya-karya Bhagawan Byasa dalam bahasa Jawa (Mangjawaken Byasa Mantra), yaitu Mahabharata dan karya Bhagawan Walmiki, yaitu Ramayana. Setelah Raja Dharmawangsa Teguh digantikan oleh Raja Airlangga. Kehidupan dan kemakmuran rakyatnya sangat diperhatikan oleh raja Airlangga. Oleh karena itu Raja Airlangga diarcakan sebagai Wisnu mengendarai Garuda. Setelah Airlangga muncul kerajaan Kediri. Banyak karya sastra yang lahir pada masa ini, seperti karya Empu Sedah dan Empu Panuluh, yaitu Kekawin Bharatayudha. Setelah Kerajaan Kediri muncul Kerajaan Singasari pada tahun 1222 M sebagai pendirinya adalah Ken Arok. Dalam pemerintahannya beliau didampingi oleh Purahita (Pendeta kerajaan). Banyak bangunan suci Hindu yang didirikan pada masa ini, seperti Candi Kidal, Candi Jago, dan Candi Singasari. Sejak tahun 1293 M Agama Hindu di Jawa Timur dibina oleh Kerajaan Majapahit. Puncak perkembangan Agama Hindu terjadi pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Kekuasaan kerajaan Majapahit meliputi seluruh nusantara. Pada jaman ini banyak karya besar yang muncul sepeerti karya Empu Tantular (Sutasoma), Empu Prapanca (Kekawin Arjuna Wiwaha). Disamping itu kitab-kitab hukum Hindu juga dikeluarkan dan banyak didirikan bangunan-bangunan suci. Diantaranya adalah Candi Penataran di Blitar merupakan bangunan suci Hindu di Jawa Timur. e. Kerajaan Hindu di Bali Prasasti Blanjong adalah peninggalan sejarah Kerajaan Hindu di Bali. Prasasti Blanjong berisi tulisan berbahasa Bali Kuno dan Bahasa Sansekerta. Sebelum ditemukannya Prasasti Blanjong ada beberapa prasasti yang berasal dari Bali tetapi tidak terdapat tahun pembuatannya. Disamping itu juga ditemukan cap-cap kecil yang disimpan dalam stupa yang terbuat dari tanah liat. Cap-cap kecil ini bertuliskan mantra Budha yang disebut Ye Te Mantra. Mantra sejenis juga ditemukan di Jawa Tengah, yaitu pada pintu masuk Candi Kalasan yang berasal dari abad ke-8 M. Pada prasasti kuno di Bali didapatkan keterangan bahwa pada abad ke-8 M terdapat suatu kerajaan yang pusat pemerintahannya di Singhamandawa. Akan tetapi tidak disebutkan raja yang memerintah. Setelah ditemukannya prasasti Blanjong, menjelaskan tentang nama raja Bali yang bergelar Warmadewa, yaitu Sri Kesari Warmadewa. Sejak saat itulah raja-raja Bali bergelar Warmadewa. Pada tahun 905 saka muncul seorang raja perempuan (ratu) bernama Sri Maharaja Sriwijaya Mahadewi. Setelah pemerintahan Sriwijaya Mahadewi muncul nama raja Udayana Warmadewa. Beliau didampingi oleh permaisurinya yang bernama Sri Gunapriya Dharmapatni (Mahendradata). Anak wungsu Raja Udayana yaitu Marakata kemudian menggantikan ayahnya sebagai Raja Bali. Setelah itu muncul nama Anak Wungsu sebagai pengganti pemerintah di Bali. Beliau banyak mengeluarkan prasasti yang berangka tahun 944 saka. Prasasti ini memuat sapata (kata-kata sumpah) yang menyebut nama-nama Dewa Hindu. Diantaranya menyebutkan bahwa rakyat Bali percaya dengan dewa-dewa dan Maha Rsi seperti Maha Rsi Agastya. Selanjutnya yang memerintah kerajaan Bali adalah Raja Bedahulu. Beliau adalah Raja Bali yang terakhir memerintah Bali tahun 1259 saka dengan gelar Sri Astasura Rata Bumi Banten. Setelah enam tahun pemerintahannya pada tahun 1265 saka, Gajah Mada dapat menaklukannya. Sejak Bali dikuasai oleh Majapahit, kerajaan Bali dipimpin oleh raja Sri Kresna Kepakisan. Pusat pemerintahan yang awalnya di Samprangan lalu dipindahkan ke Gelgel. Selanjutnya pada pemerintahan Dalem Waturenggong, Bali mengalami masa keemasan. Agama Hindu berkembang dengan pesat karena aspek keagamaan ditata kembali oleh Dang Hyang Nirartha sebagai Purahita pendamping Raja Dalem Waturenggong. Peninggalan Hindu terbesar adalah Pura Besakih yang merupakan tempat pemujaan umat Hindu diseluruh dunia. 2. Peninggalan-peninggalan Hindu di Indonesia a. Kerajaan Kutai Peninggalan Yupa yang berjumlah 7 buah. Yupa adalah tiang batu berdiri yang digunakan dalam upacara korban. b. Kerajaan Hindu di Jawa Barat Peninggalannya berupa prasasti yang berjumlah 7 buah yang disebut Saila Prasasti, yaitu: Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Muara Cianten, Prasas ti Pasirawi, Prasasti Tugu dan Prasasti Lebak. c. Kerajaan Hindu di Jawa Tengah Peninggalannya berupa prasasti yaitu Prasasti Tuk Mas dan Prasasti Canggal. Selain berupa Prasasti juga peninggalan berupa candi yaitu Candi Prambanan yang juga disebut Candi Loro Jongrang yang merupakan peninggalan Hindu terbesar di Jawa Tengah. d. Kerajaan Hindu di Jawa Timur Peninggalannya berupa prasasti yaitu Prasasti Dinoyo yang menyebutkan Kerajaan Kanjuruhan. Selain berupa prasasti juga berupa karya sastra dari Empu Sedah dan Empu Panuluh yaitu Kekawin Bharata Yudha, Sutasoma oleh Empu Tantular, dan Kekawin Arjuna Wiwaha oleh Empu Prapanca. Selain itu terdapat peninggalan berupa bangunan suci diantaranya Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singosari dan yang terbesar adalah Candi Penataran. e. Kerajaan Hindu di Bali Peninggalan kerajaan Hindu di Bali berupa Prasasti Blanjong yang menyebutkan raja-raja Bali menggunakan nama Warmadewa. Peninggalan berupa arca juga ada yaitu arca perwujudan Maha Rsi Agastya. Selain itu berupa bangunan suci yaitu pura-pura yang tersebar di pelosok-pelosok daerah di Bali, yang terbesar adalah Pura Besakih.

EKONOMI MIKRO DAN MAKRO

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut : • Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas. • Sumber daya tersedia secara terbatas. • Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost). Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. 1. Ekonomi Makro Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut : • Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh. • Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi. • Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk. 2. Ekonomi Mikro Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus. Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Harga Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan) Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi. Tujuan analisis Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat. Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi 1. Masalah kemiskinan Upaua penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar. 2. Masalah Keterbelangkangan Masalah yang dihadapi adalah rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, renddahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukranan ahli, transper teknologi dari Negara maju. 3. Masalah pengangguran dan kesempatan kerja Masalah pengangguran timbul karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja 4. Masalah kekurangan modal Kekurangan modal adalah suatu cirri penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal sedikit. Cara mengatasinya memlaui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif. Peran dan Fungsi Pemerintah di Bidang Ekonomi 1. Fungsi stabilisasi, yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hokum, pertahanan dan keamanan. 2. Fungsi alokasi, yaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa public, seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon. 3. Fungsi distribusi, yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.