Welcome

Proses PEMBARETAN Madya Praja Ankatan XXV IPDN Jatinagor

jalan juang adalah bagian dari proses pembaretan yang dilaksanakan pada hari ke-2(2/3).

PL I Muda Praja Di Ciwidey, Kabupaten Bandung

pada saat akhir pekan kami menenangkan pikiran serta mencari pengalaman di situ patenggang salah satu tempat wisata di kabupaten bandung .

belajar bermain musik Angklungg ke Saung Mang Udjo di kota Bandung

Saung Angklung Udjo (SAU) adalah suatu tempat yang merupakan tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. Selain itu, SAU mempunyai tujuan sebagai laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan khususnya angklung.

+- kurang 1330 dpl (Pelaksanaan Apel Pelantikan Fungsionaris IPDN Sulawesi Utara 2016)

mengapa dilaksankan di tempat yang tinggi? Karena seorang pemimipin harus bisa melihat kebawah melihat apa yang dipimpinya

Kampus Pusat IPDN di Jatinagor, Jawa Barat

Gerbang Utama IPDN (PKD)berbentuk kerucut yang dibelah menjadi 4 bagian. Di tengah- tengah bangunan ini terdapat patung praja dan wanita praja. Bangunan berbentuk kerucut ini melambangkan gunung yang di dalamnya terdapat kawah panas yang membara, menggambarkan layaknya legenda ramayana Gatutkaca yang pernah digodok dalam kawah candradimuka hingga melahirkan sosok ksatria yang kuat, berjiwa besar, berpegang teguh pada prinsip, menolong sesama, dan berani membela kebenaran.

Sunday, 10 September 2017

MAKALAH MIGRASI PENDUDUK

MAKALAH
MIGRASI PENDUDUK
Dibuat untuk memunuhi tugas mata kuliah Seminar Kependudukan dan Catatan Sipil

                                                                                    







  Kelompok 6 :
Eko Sulistiawan.  25.0306
Jan Febri
Julius Carlos S
Lusiana
Muammar Khadafi

    Kelas : A1
Mata Kuliah : Seminar Kependudukan dan Catatan Sipil
Dosen : H. Teuku Syahrul Johan M.Si



INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
BAB 1
PENDAHULUAN


Analisis demografi memberi sumbangan yang sangat besar, baik kualitatif maupun kuantitatif pada kebijakan kependudukan, dinamika kependudukan terjadi karena adanya dinamika kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi) terhadap perubahan-perubahan dalam jumlah, komposisi dan pertumbuhan penduduk. Perubahan-perubahan unsur  demografi tersebut pada gilirannya mepengaruhi perubahan pada berbagai bidang pembangunan secara langsung maupun tidak langsung.
Selanjutanya perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai bidang pembangunan akan mempengaruhi dinamika kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk. Kepeduduk merupakan kejadian yang mudah dijelaskan dan tampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, namun pada prakteknya sangat sulit untuk mengukur dan menentukan ukuran bagi migrasi itu sendiri.
Prilaku kelahiran dan kematian berbeda dengan mobilitas penduduk. Angka kelahiran dan kematian pada periode waktu tertentu mempunyai sifat ajeng(stabil) sebagai contoh pada tahun 1993 di Indonesia tingkat kelahiran kasar dan tigkat  kematian kasar masing-masing besarnya 24,1 dan 7,8 per 1000 penduduk pertengah tahun. Angka-angka ini besarnya tidak berubah sampai akhir tahun 1995. Tetapi untuk mebilitas penduduk tidak ada sifat keteraturan ( keajegan) seperti angka kelahiran dan kematian.
migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas Penduduk diartikan sebagai perpindahan/ Pergerakan penduduk dari satu daerah kedaerah lain. Mobilitas penduduk secara umum dibagi menjadi dua. Yaitu mobilitas penduduk vertikal (perubahan status) dan mobilitas penduduk horizontal, atau sering disebut dengan mobilitas penduduk geografis, adalah gerak (movement) penduduk yang melitasi batas wilayah menuju ke wilayah yang lain dalm periode waktu tertentu (Mantra, 1978). Mobilitas horizontal dibagi menjadi dua yaitu mobilitas permanen/menetap dan mobilitas non permanen/sirkuler/sementara/ulang alik. Mobilitas non permanen berupa 1) Forenden/nglaju ( orang yang tinggal di desa/luar kota tetapi mempunyai mata pencaharian di kota sehingga setiap hari pulang pergi), 2). Turismen (perjalanan ke daerah pariwisata) 3). Week end/ berakhir pekan (kegitan berpergian dihari minggu untuk bersantai). Sementara mobilitas permanen berupa migrasi.
Di Indonesia migrasi dilakukan untuk pemerataan penyebaran penduduk dan peningkatan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas hidup penduduk. Namun migrasi seringkali juga menimbulkan masalah karena migrasi yang banyak terjadi adalah migrasi jenis urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan untuk mengadu nasib. Namun pada kenyataan-nya banyak diatara mereka yang tidak beruntung sehingga menimbulkan masalah-masalah di perkotaan.






















BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MIGRASI
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Haupt, Kane & haub (2011:24) dalam  bukunya yang berjudul PRB’s Population  Handbook: A quick guide to pupulation dynamics for journalist, policy maker, teacher, student,  adn other people interested in demography, mengatakan bahwa :
Migration is the geographic movement of people across a specified boudary for the purpose of establishing a new permanent or semi permanentresidence. The terms “immigration” and “emigration” are used to refer to moves between countries (international migration). The prallel terms “in-migration” and out-migration” are used for movement between areas within a country (internal migration).

            Sehingga dapat dipahami bahwa migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara untuk tujuan menetap. Perpindahan penduduk untuk tujuan menetap yang melewati batas negara disebut sebagai migrasi international dan yang melewati batas daerah/administratif disebut dengan migrasi internal/nasional. Jadi migrasi adalah perpindahan yang relatif permanen (lee,1996). Orang yang melakukan migrasi disebut migran.

B. JENIS-JENIS MIGRASI
Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara ataupun antarnegara. Berikut ini adalah jenis-jenis migrasi:

1.   Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya.
Migrasi internasional terdiri dari tiga macam yaitu imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.
a.      Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran. Misalnya, seseorang dari malaysia pindah ke Amerika Serikat, bagi Amerika serikat orang tersebut disebut imigran. 
b.      Emigrasi, yaitu  keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran. Misalnya, orang Indonesia yang menetap di Filipina. Bagi indonesia orang tersebut disebut emigran dan bagi Filipina disebut imigran.
c.      Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya setelah beberpa lama berada di negara lain. Misalnya karena sudah tua, tenaga kerja yang kontrak kerjanya sudah habis dan mereka kembali ke negara asalnya.
2.     Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain di dalam satu negara. Migrasi nasional /internal terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :

·        Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap.
·        Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi. 
Jenis transmigrasi apat dibedakan atas :
1.      Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah.
2.      Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek 
3.      Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri 
4.      Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama
·        Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi.

3.    Evakuasi
Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional.

C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MIGRASI

Lee (1966) mengatakan dalam teori dorong-tarik yang disampaikan terdapat faktor-faktor migrasi sebagai berikut :
1) Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal
2) Faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan
3) Faktor Penghalang antara.
4) Faktor-faktor pribadi (individu)
                        Berdasarkan teori yang disampaikan oleh Lee, maka secara rinci dapat diuraikan berbagai faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya migrasi, diantaranya adalah
a. Faktor-faktor pendorong (push factor) adalah faktor yang mengakibatkan terjadinya migrasi yang berasal dari daerha asal migran tersebut,  antara lain adalah:
·        Makin berkurangnya sumber-sumber kehidupan seperti menurunnya daya dukung lingkungan, menurunnya permintaan atas barang-barang tertentu yang bahan bakunya makin susah diperoleh seperti hasil tambang, kayu, atau bahan dari pertanian.
·        Menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal (misalnya tanah untuk pertanian di wilayah perdesaan yang makin menyempit).
·        Adanya tekanan-tekanan seperti politik, agama, dan suku, sehingga mengganggu hak asasi penduduk di daerah asal.
·         Alasan pendidikan, pekerjaan atau perkawinan.
·        Bencana alam seperti banjir, kebakaran, gempa bumi, tsunami, musim kemarau panjang atau adanya wabah penyakit.
b. Faktor-faktor penarik (pull factor) faktor yang berasal dari daerah tujuan migrasi tersebut, antara lain adalah:
·        Adanya harapan akan memperoleh kesempatan untuk memperbaikan taraf hidup.
·        Adanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
·        Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan, misalnya iklim, perumahan, sekolah dan fasilitas-fasilitas publik lainnya.
·        Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar, tempat-tempat hiburan, pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang daerah lain untuk bermukim di kota besar.
E.G Ravenstin pada tahun 1885 menyebutkan bahwa terdapat 7 hukum-hukum perpindahan penduduk/migrasi (Bogue, 1969) yang terdiri dari :
1.      Migrasi dan Jarak
Sebagian besar migran melakukan perpindahan dalam jarak dekat.
2.      Migrasi berlangsung secara bertahap
Penduduk pada awalanya akan berpindah dari daerah pedesaan ke daerah tepi perkotaan sebelum kemudian masuk kedalam kota besar tersebut.
3.      Arus Migrasi arus Migrasi balik
Tiap adnya arus migrassi akan terjadi juga migrasi arus balik.
4.      Daerah Urban ( Perkotaan) dan rural (pedesaan)
Penduduk perkotaan lebih sedikit yang melakukan migrasi dibandingkan dengan penduduk desa.
5.      Perpindahan jarak dekat didominasi perempuan
Untuk perpindahan dengan jarak dekat lebih banyak dilakukan oleh perempuan daripada laki-laki.
6.      Teknologi dan Migrasi
Perkembangan teknologi akan meningkatkan migrasi.
7.      Dominasi Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah kekuatan yan paling potensial untuk melakukan perpindahan/migrasi, meskipun banyak faktor lainnnya ynag mendorng timbulnyamigrasi.

D. DAMPAK MIGRASI PENDUDUK
Migrasi penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan.

1. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain :
a. Dampak Positif Imigrasi
1.      Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli.
2.       Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan.
3.      Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi.
4.      Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa.
b. Dampak Positif Emigrasi
1.      Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing.
2.      Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya.
3.      Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain.
4.      Meningkatnya kesejahteraan keluaga dikarenakan mendapatrkan kiriman dari keluarga yang bekerja di luar negeri.

2. Dampak Negatif Migrasi Internasional antara lain :
a. Dampak Negatif Imigrasi
1.      Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
2.      Imigran yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
b. Dampak Negatif Emigrasi
1.      Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan
2.      Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.

3. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :
a. Dampak Positif Transmigrasi
1.      Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
2.      Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
3.      Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
4.      Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan lain-lain
5.      Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
b. Dampak Positif Urbanisasi
1.      Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
2.      Mengurangi jumlah pengangguran di desa
3.      Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
4.      Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
5.      Perekonomian di kota semakin berkembang

4. Dampak Negatif Migrasi Nasional antara lain :
a. Dampak Negatif Transmigrasi
1.      Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran
2.      Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah asalnya.
b. Dampak Negatif Urbanisasi
1.      Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
2.      Produktivitas pertanian di desa menurun
3.      Kurang kuatnya stabilitas keamanan karena hanya tinggal penduduk tua di desa.
4.      Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
5.      Meningkatnya pengangguran di kota
6.      Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
7.      Lalu lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.


E. PENGUKURAN MIGRASI

            Pengukuran Migrasi dilakukan pada masing-masingindikator migrasi. Berikut adalah indikator migrasi atau perpindahan penduduk yang digunakan secara umum.
1. Angka Migrasi Masuk ( In Migration Rate/mi)
2. Angka Migrasi Keluar ( Out Migration Rate/mo)
3. Angka Migrasi Neto ( Net Migration Rate/mn)
4. Angka Migrasi Bruto ( Gross Migration Rate/mb)

1. Angka Migrasi Masuk ( In Migration Rate/mi)
Angka Migrasi Masuk (Mi) adalah angka yang menunjukkan banyaknya migran yang masuk per seribu penduduk pada daerah tujuan dalam waktu satu tahun.
Jumlah migrasi masuk pada tahun tertentu  x  k
     Jumlah Penduduk Pertengahan tahun
Atau
                 mi =
Rumus:
Angka Migrasi Masuk (mi) =




Keterangan :
mi        : Angka Migrasi Masuk
I           : Jumlah Migrasi Masuk
P          : Jumlah Penduduk pada Pertengahan Tahun     
k          : Konstanta dengan nilai .1000

2. Angka Migrasi Keluar ( Out Migration Rate/mo)
Angka Migrasi Masuk (Mi) adalah angka yang menunjukkan banyaknya migran yang keluar dari suatu daerah per seribu penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun.
Jumlah migrasi keluar pada tahun tertentu  x  k
     Jumlah Penduduk Pertengahan tahun
Atau
                 mo =
Rumus:
Angka Migrasi Keluar (mo) =



Keterangan :
mo       : Angka Migrasi keluar
I           : Jumlah Migrasi keluar
P          : Jumlah Penduduk pada Pertengahan Tahun     
k          : Konstanta dengan nilai .1000




3. Angka Migrasi Neto ( Net Migration Rate/mn)
Angka Migrasi Netto (Mn) adalah selisih banyaknya migran yang masuk dengan migran yang keluar dari suatu wilayah per seribu penduduk dalam satu tahun.
Jumlah migrasi masuk– Migrasi keluar pada tahun tertentu  x  k
                       Jumlah Penduduk Pertengahan tahun
Atau
                        mn =  x k
Rumus:
Angka Migrasi Neto (mn) =




Keterangan :
mn       : Angka Migrasi Neto
I           : Jumlah Migrasi Masuk
O         : Jumlah Migrasi Keluar
P          : Jumlah Penduduk pada Pertengahan Tahun     
k          : Konstanta dengan nilai .1000


4. Angka Migrasi Bruto ( Gross Migration Rate/mb)
Angka yang menunjukkan selisih banyaknya kejadian perpindahan penduduk pada suatu daerah per seribu penduduk dalam waktu satu tahun, yakni jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar dibagi jumlah penduduk tempat asal dan jumlah penduduk tempat tujuan.
Jumlah migrasi masuk + Migrasi keluar pada tahun tertentu  x  k
         Jumlah Penduduk  Daerah Tujuan + Daerah Asal
Atau
                        mg =  x k
Rumus:
Angka Migrasi Neto (mn) =




Keterangan :
mg       : Angka Migrasi Bruto
I           : Jumlah Migrasi Masuk
O         : Jumlah Migrasi Keluar
P1        : Jumlah Penduduk di Daerah Tujuan
P2        : Jumlah Penduduk di Daerah Asal
k          : Konstanta dengan nilai .1000


















BAB III
PENUTUP

          Migrasi merupakan salah satu hal yang  ada dalam dinamika kependudukan selain kelahiran (fertilitas) dan kematian (mortalitas). Migrasi tentunya menjadi dinamika tersendiri yang berbeda dari fertilitas dan mortalitas. migrasi dapat dikatakan memegang peranan penting dalam tercapainya tujuan pembangunan di segala bidang dalam kehidupan baik bidang politik, ekonomi, sosial dan bidang-bidang lainnya baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Banyak hal yang dapat disebabkan dari dampak migrasi mulai dari teciptanya kesejahteraan sosial bagi masyarakat dan semakin berhasilnya tujuanpembangunan, namun dampak negatif tentu juga mewarnai akibat dari migrasi yaitu menciptakan berbagai  maslah kependudukan baik dilingkup desa, kota, ataupun negara. Jadi Pengaturan migrasi yang baik akan sangat berdampak positif dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Begitupun juga sebaliknya, pengaturan dan manajemen yang buruk tentu juga akan berdampak negatif bagi masyarakat. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi namun dikatakan berupa kegagalan baik dari kemampuan dan skill yang dimiliki masih kurang ataupun kurangnya lapang pekerjaan di tempat yang tujuan.
            Perhitungan yang tepat dalam menghitung jumlah migrasi dari berbagai indikator yang menghasilkan data yang tepat dan akurat akan sangat berguna dan menjadi bahan dasar oleh pemerintah untuk menentukan kebijakan yang akan diambil dalam upaya untuk tercapainya tujuan pembangunan. Program transmigrasi yang dilakukan bangsa indonesia sedikit banyaknya sudah mempengaruhi dalam upaya peyebaran dan  pemeretaan penduduk di indonesia. Dan diharapkan untuk kedepannya pemerintah dapat terus membuat kebijakan-kebijakan yang tepat agar indonesia akan keluar dari yang namanya negara dunia ketiga (negara berekembang) dan menjadi negara yang maju dan sejahtera.
            Demikianlah makalah ini kami buat mohon jika masih banyak terdapat kekeliruan dan kami ucapkan terimakasih.





DAFTAR PUSTAKA

Hutasoit, Imelda. 2017. Pengantar Ilmu Kependudukan. Bandung: Penerbit Alfabeta
Mantra, Ida Bagoes. 2013. Demografi Umum. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar
Efendi Satria.2014. Makalah Kependudukan.

Anonim. 2012. Migrasi penduduk.


Tuesday, 24 January 2017

Istri Solehah Didamba Suami, Inilah Ciri dan Sifat Wanita Solehah


Wanita itu diibaratkan sebagai perhiasan. Dunia itu juga adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah.
Dalam hadist juga mengatakan wanita sebagai perhiasan, seperti HR Muslim mengatakan “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita solehah.
Bagi para istri maupun calon istri solehah, hendaknya mengetahui apa yang yang disukai oleh suami, karena banyak sifat dan ciri istri solehah yang sangat didambakan oleh suami.
Tentunya semua itu dilakukan tidak terlepas dari ajaran-ajaran agama. Perlunya pengetahuan tentang hakikat sebagai seorang istri itu sangat penting agar dalam menjalani biduk rumah tangga berjalan dengan penuh keharmonisan, sakinah, mawaddah wa rohmah.
Dikutip dari ukhtiindonesia, ada beberapa ciri dan sifat wanitasolehah, dambaan pria soleh, sesuai dengan ajaran agama Islam;
Taat dan bertaqwa kepada Allah SWT dan paham agama.
Yang artinya “Wanita dinikahi karena empat faktor yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka dapatkanlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW mengancam dan melarang laki-laki menikahi perempuan bukan karena agamanya.
“Jangan kalian mengawini wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya akan membuatnya sombong. Dan jangan pula karena hartanya, bisa jadi kekayaannya membuat dia melawan, tetapi kawinilah wanita karena agamanya. Sesungguhnya hamba sahaya yang hitam lagi pesek namun beragama itu lebih baik.”(HR Ibnu Majah)
Bekal yang sangat diutamakan adalah paham tentang ajaran-ajaran agama, bisa membaca dan melantunkan ayat-ayat Alquran, yang bisa menjadi dasar untuk dapat mewujudkan rumah tangganya dengan pondasi yang kokoh, guna menyiapkan generasi Islam yang diridhoi-Nya
Bisa mengaji atau mambaca ayat Alquran
Sangat penting bagi wanita untuk pandai melantunkan dan membaca ayat Alquran, lebih bagus lagi hafal ayat Alquran, karena selain pahalanya membacanya yang luar biasa, Alquran merupakan salah satu mukjizat yang Allah jamin kemurniannya.
Ada banyak kemuliaan dan kebaikan terkandung di dalam Alquran, diantranya dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya.
Ketika mengandung hendaknya sering-sering membacakan ayat-ayat Aquran, agar kelak generasi yang dilahirkan menjadi cerdas dan berakhlak mulia.
Mampu menjaga aib dan rahasia suami
Tidak suka membeberkan aib suami kepada siapapun. Istri yang baik akan selalu menjaga rahasia suaminya, karena itu merupakan aib bagi suaminya.
Wanita yang berakhlakul karimah
Senantiasa selalu menjaga tutur bahasanya, santun dalam berbicara, lembut perangainya dan berprilaku sopan terhadap suaminya.
Tidak mudah marah pada suami
Bersifat legowo dan mudah untuk memaafkan disetiap kesalahannya.
Selalu menyenangkan hati suami
Selalu ceria dan romantis dihadapannya akan membuatnya senang dan mendamaikan hati.
Memberi perhatian pada suami
Dari hal sekecil apapun seperti menyiapkan pakaian untuknya, membersihkan tempat tidurnya, membelai keningnya, memberi senyuman, mencium tangannya ketika salah satu darinya hendak pergi.
Menerima dan menghargai sekecil apapun yang suami berikan
Bersyukur atas apa yang dia usahakan untuk membahagiakan kamu, walau dengan sesuatu yang tidak berharga sekalipun.
Taat pada perintah suami.
Apapun yang diperintahkan oleh suami selagi bukan dalam hal maksiat ataupun dosa, kita wajib mematuhinya.
Berdandan hanya untuk suami dan tidak berlebihan ketika berdandan
Pria mana yang tidak menginginkan wanitanya cantik dan rapih, selain enak dipandang juga bisa memberikan kenyamanan serta aura positif.
Jika melihat istrinya bau dekil dan kumel tentu akan membuat suami tidak nyaman berada didekatnya. Nggak ada ruginya melakukan hal seperti itu, agar suami betah di rumah.
Tidak suka keluar rumah jika tidak ada keperluan dan seizin suami
Wanita solehah itu selalu menjaga dirinya, bukan pergi keluar rumah berkumpul diluar rumah dengan menggunjing dan ngerumpi nggak jelas.
Jika sudah berumah tangga hendaknya mengetahui kapasitasnya sebagai seorang istri juga ibu bagi anak-anak.
Wanita yang tidak pecemburu.
Cemburu memang tanda cinta, tapi jangan jadi wanita pecemburu. Cemburu yang fatal bisa membakar keutuhan rumah tangga. Berikanlah kepercayaan dan saling setia pada pasangan.
Penuh kasih sayang.
Akan sangat berharga ketika pasangan memiliki sifat yang penuh kasih sayang, karena sifat ini sangat dibutuhkan agar ketentraman jiwa terpenuhi.
Wanita yang tidak pemalas.
Bagaimana tugas rumah bisa terselesaikan jika seorang istri malas-malasan, karena begitu banyaknya tugas seorang istri saat berada di rumah, termasuk mengurus anak.
Manjakanlah suami.
Ketika suami sedang berada di rumah, janganlah menyibukkan diri dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah yang bisa menghalangi suaminya untuk istimta’ dengannya, kecuali bila suami mengizinkan.
Jika sudah berumah tangga, istri adalah ladang bagi suaminya, dan disitulah ladang pahala bagi keduanya. seperti dikatakan dalam sebuah hadits:
“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya“. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Melayani suami dengan penuh keihkhlasan.
Jangan menampakan muka cemberut, dahi mengkerut dan bibir mencibir supaya Allah tidak melaknatmu. Jangan pula menolak ajakan suami untuk bersenang-senang dengannya, karena Allah sangat tidak menyukai hal itu.
Menjaga kehormatan dan harta suami.
Baik ketika suami sedang tidak berada di rumah maupun sedang berada di rumah. Karena kehormatan dan harta suami adalah kehormatan dan hartanya istri.
Tidak suka membantah perkataan suami.
Terkecuali perkataannya salah dan menyesatkan. Jika tidak menyukai, maka bicarakanlah dengan lembut tanpa ada kekerasan dan menimbulkan pertengkaran.
Mampu menghibur suami ketika sedang bersedih atau tertimpa masalah.
Jangan memperkeruh masalah dan keadaan. Buatlah hatinya menjadi tenang.
Wanita yang cerdas.
Istri yang cerdas adalah dambaan semua pria, karena mereka ingin anak-anaknya terlahir dari wanita yang cerdas, agar mampu merawat, membimbing dan mendidik putra-putrinya kelak dengan berbagai asupan pendidikan dan berakhlak mulia.
Bisa menjaga diri.
Dalam artian mampu menjaga pandangannya dari fitnah dunia.
Wanita yang mempunyai sifat keibuan.
Sifat keibuan seorang wanita didukung oleh dua hal yaitu rasa cinta dan kelembutan rasa. Rasa cintanya yang begitu besar karenanya besar pula pengorbanannya demi putra-putrinya.
Kelembutan rasa yang dimilikinya membuat putra-putrinya lebih dekat dan hangat dalam dekapannya. Suami pasti bangga memiliki seorang istri yang dapat dipercaya dalam mengurusi anak-anaknya.
Jika memiliki istri solehah seperti itu, Insya Allah kehidupan keluarga yang dibinanya akan selalu dalam limpahan keberkahan dari Allah, sakinah, mawaddah wa rohmah serta dapat melahirkan putra-putri yang soleh dan solehah. Amiin

source : http://belitung.tribunnews.com/2016/08/24/istri-solehah-didamba-suami-inilah-ciri-dan-sifat-wanita-solehah?page=3

Wednesday, 18 January 2017

DINAS PESIAR DI IPDN (Kampus SULAWESI UTARA) pada hari minggu

Januari 2017,      Saya Eko sulitiawan salah satu praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).Sebagai praja yang menempati kampus IPDN SULUT saya mendapatkan banyak pembelajaran.  Sekarang ini memang lagi maraknya masalah isu SARA di Indonesia. Masalah- masalah ataupun kasus kasus yang baru ini terkait isu SARA masih menjadi pembicaraan hangat serta menarik untuk dibahas, tapi kali ini saya bukan untuk mebahas kasus itu tapi saya lebih ingin menceritakan dan berbagi pengalaman saya di Sulut karena saya hidup ditengah masyarakat yang lebih banyak agama yang berbeda dengan saya..


Seperti yang saya bicarakan diawal tadi banyak pengalaman yang saya dapatkan di sini, mungkin sudah banyak yang tahu bahwa di Sulut tedapat keberagaman Agama dan yang paling mendominasi adalah agama nasrani. saya selaku pemeluk agama Islam,, sebagai orang muslim  hidup di tengah- tengah agama yang berbeda tentunya teman-teman sekalian akan mengira saya akan kesulitan hidup disini, tapi ternyata jawabannya tidak, Mengapa jawabbannya tidak? Tentu saja karena saya seorang praja yang sekolahnya menerapkan sistem asrama atau kata lainnya sih semua kebutuhan saya untuk kuliah dan hidup hampir semuanya disediakan oleh kampus,, heheheh. Sebagi seorang praja yang diisolasi didalam kampus, namun disetiap hari libur biasanya kami akan diberikan pesiar. Pesiar ini yang kami manfaatkan untuk melengkapi kebutuhan pendukung selama kami disini, biasanya sih pesiar itu adalah hari sabtu, dan sangat jarang di hari minggu,  dan kali ini saya akan mencerikan pengalaman pesiar saya yang didapatkan pada hari minggu. jengjengjeng hehehe.


Hari sabtu kegiatan rutin yang kami lakukan adalah melaksanakan dan mengikuti apel sena atau apel provinsi, kok ceritanya hari sabtu? sengaja aja biar ceritanya panjang jadi dimulainya dari hari sabtu.:) baiklah kembali kecerita. dan seperti biasanya setelah melaksanakan apel kami melakukan pembersihan di wisma sambil menunggu penguman untuk pelaksanaan apel pelepesan pesiar. Namun pada hari itu tidak seperti basanya, pengumuman lewat pengeras suara belum terdengar, dan ini ni yangmembuata saya serta rekan –rekan praja lain bertanya- tanya, adakah pesiar untuk kami hari ini??..
dak akahirya setelah capek menunggu pengumuman pun terdengar dan benar saja pesiar tidak diberikan hari ini dan akan diberikan pada besok hari minggu..
keesokan harinya tepatnya hari minggu setelah melaksanakan makan di menza dan apel pelepasan pesiar, saya dan rekan- rekan praja yang lain memesan mobil dan siap untuk melaksanakan pesiar, dan sekitar pukul setengah 12 siang kami pergi menuju ke kota terdekat dengan kampus kami yaitu kota temohon, kok kami keluar udah siang ya, gak dari pagi? Itu karena kalo pagi  banyak masyarakat yang beribadah pada hari minggu. jadi gak buang-buang waktu mondar-mandir keliling di kota yang tokonya pada tutup(maksudnya). Dengan membawa daftar barang yang akan dibeli serta penentuan waktunya, kami pun sampai di kota temohon. Oh iya penetuan waktu yang saya  maksudkan adalah penetuan waktu pulang heheeh yaitu pukul 16.00 WITA (waktu setempat). Tapi bak orang yang ingin memindahkan gunung atau mungkin juga seperti ingin mengeringkan lautan (berlebihan banget wkwkwk) cuman buat tambah ketikan aja ya. sekarang kembali ke cerita, akhirnya saya pun sampai ke kota temohon dan perasaan saya sedikit kecewa(suer sedikit banget) karena pada saat saya  turun dari mobil ternyata toko-toko disana masih banyak yang tutup atau bisa dibilang sih 99% toko masih tutup. Dan itu membuat saya harus berjalan memutari temohon untuk membeli barang yang ingin dibeli. waktu sudah menunjukkan jam 2(dua) lewat 30 menitan dan barang yang saya ingin beli mungkin baru terlengkapi sekitar 20%, hal ini tentu saja membuat saya cukup kesal bahkan sudah hampir untuk menyudahi membeli perlengkapan yang ingin dibeli, namun saya tetap tidak berputus asa dan pantang menyerahhhh, (keep spirit heheh) dan akhirnya tidak lama kemudian toko-toko pun memulai buka sehingga semangat saya semakin tinggi dan bisa melengkapi semua barang yang ingin dibeli,,,

Dari pesiar kemarin saya akhirnya mejadi tahu bagaimana  untuk memaksimalkan waktu yang saya dapatkan saat  pesiar, horeeeee!!!!!! wkwkwwk
dan saya  saya saranin untuk yang ingin berbelanja di kota temohon, minahasa ataaupun daerah yang pemeluk nasraninya sangat banyak agar pergi sekitar jam 3 an supaya gak buang waktu sia2 untuk mondar-mandir mengelilingi kota yang toko-tokonya masih pada tutup.

Friday, 13 January 2017

KAMPUS IPDN SULAWESI UTARA


IPDN KAMPUS SULAWESI UTARA adalah bagian dari kampus IPDN yang berpusat di Jatiangor, Jawa Barat. Kampus ini terletak di dua desa yaitu desa tampusu dan desa kasuratan, tetapi kampus ini lebih dikenal dengan IPDN tampusu, Kec. Remboken Kab. Minahasa Prov. Sulawesi Utara. 


letak kampus yang jauh dari hiruk pikuk keramaian memebuat kampus ipdn sulut ini sangat ideal untuk melksanakan pendidikan secara maksimal, apalagi dalam pendidikan kepamomgprajaan, oh iya diatas ada video yang saya dapatkan wktu di pagi harri sebelum memulai aktfitas rutin sebagai seorang praja, adanya udara yang segar nyayian burung yang indah dan sunrisenya yang gak kalah indah. hehe





Kampus IPDN SuLut ini, dikalangan kami lebih dikenal dengan kampus diatas awan bukan tanpa alasan disebut kampus di atas awan, ini dikarenakan lokasi kampus yang berada pada ketinggian lebih dari 1000 mdpl serta dari wisma pun terkadang kita dapat melihat awan tepat sejajar dengan kita bahkan dibawah kita... lihat aja gambar diatas penampakan awanny hehehe!!!!!

dengan letak yang tinggi maka kampus ini menjadi kampus IPDN yang palinggg dingin diatara 9 kampus IPDN lainnya yang berada di Papua, Ntb, Sulsel, Kalbar, Sumbar, Riau, Cilandak, dan Jatinangor, ini bisa lihat foto kami istirahat siang ini kira2 kira pukul sebalasan lah.

wkwkw kabut!!! iya biasanya saat masuk musim hujan di kampus ini bisanya kabut menutupi tempat ini dari pagi sampai pagi lagi, bahkan jika kabutnya tebal jarak pandang malahan hanya kira 15 meter lah,  jadi enak main tembakan2 wkwkwk.....


oh iya karena posisi kampus ini yang cukum tinggi maka cuaca ekstrme pun harus siap dihadapi. matahari yang panasnya sampi membakar kulittt, ini udah pernah saya rasakan wkwkw kayak jadi ular rasanya seperti ganti kulit waktu saya terkena itu huuuuu.. tapi adah cuaca ektreme labih hebat dari pada matahari yang membakar kulit. apa itu?? yaa hujan badai!! hujan badai ini cukup mengerikan mulai dari suara angin yang bersiul dengan kencangnya lalu turun hujan, bisa jadi saya aja bisa melayang jika diluar wkwkwkw hal tentunya membuat banyak bangunan harus siap2 mengalami kerusakan terutam atap yang terangkat keatas...mungkin cukup disini dulu artikelnya semoga bermanfaat